Senin, 25 Januari 2010

www.ihsan.co.nr DOA RENUNGAN



Wahai Tuhan maha pemilik segala kepastian
Wahai Tuhan maha penampung segala kemungkinan
Engkau himpun kami semua di ruangan ini
Untuk mengupacarai keindahanMu
Kami menempuh jalan yang berbeda-beda
Namun ujung perjalanan kami semua adalah rumahMu
Hidup kami belum baik, dan jauh benar
Tak ada di antara kami yang alim atau saleh
Tapi kami semua adalah pecinta keindahanMu

Wahai Tuhan Maha Perupa
Yang menggambar jagat raya
Mozaik estetika yang tak terkejar
Oleh imajinasi hambaMu yang hina
Yang menghamparkan alam semesta
Dengan detail keindahan
Yang hampir seluruhnya tak kasat mata manusia
Yang menorehkan padanya milyaran hologram
Yang bernama ummat manusia

Wahai Tuhan alMushawwir
Maha Perupa Agung
Yang wajahMu tak terlukiskan
Oleh jari-jari kerdil kebudayaan
Yang keindahanMu tak tersentuh oleh mimpi
Yang cahayaMu menjilat gairah kami
Sampai jiwa tenggelam dan kami sirna diri
Menjelma jadi patung-patung berjalan
Mencari roh yang dulu Kau tiupkan

Wahai Tuhan maha wajah yang tak terlukiskan
Wahai Tuhan sosok agung yang tak tergambarkan
Inilah karya-karya kami
Replikasi amat sederhana
Dari wujudMu sendiri
Inilah titik, garis, warna dan nuansa
Yang meniru kelebatan keindahanMu sendiri
Mohon terimalah di pangkuanMu
Sentuhlah dengan magi ujung jariMu

Wahai Tuhan yang maha berdiri sendiri
Wahai Tuhan yang mandiri sejati
Titik-titik ini berasal dariMu sendiri
Garis-garis ini pasti torehanMu sendiri
Warna-warna ini niscaya milikMu sendiri
Dan nuansa ini tak lain adalah ekpressi cintaMu sendiri
Adanya semua kami, hanya karena Engkau cintai
Maka terimalah karya-karya ini
Sebagai ungkapan sujud sembahyang kami

Wahai Tuhan maha pecinta
Yang mempersilangkan ada dengan tiada
Yang memperjodohkan waktu dengan ruangnya
Yang menghimpun kembali seluruh cinta
Nun di luar sana megah berdiri
Gedung-gedung politik dan teknologi
Yang dari jasad dan kuasaMu mereka juga mereplikasi
Menjadi cangkul, roda, logika Boolean dan Fuzzy
Belajar meniruMu sebagaimana kami
Politik mereplikasi kekuatan dan kekuasaanMu
Teknologi mengimitasi kebesaran dan kegagahanMu
Industri menerapkan keluasan dan ekspansiMu
Nuansa dan kelembutan tak tersentuh oleh tangan mereka
Cinta dan kerinduan tak tersentuh oleh fikiran mereka
Sedih dan bahagia tidak kompatibel dengan sistem mereka
Sehingga karya-karya kami sesungguhnya dianggap tak ada
Kecuali diletakkan di pinggiran pasar konglomerasi mereka
Sebagai aksesori marjinal dan sekedar pelengkap penderita

Wahai Tuhan yang menciptakan manusia
Sebagai masterpiece di antara makhluk-makhluk lainnya
Tidak ada karya kecuali sesudah Engkau pinjamkan
Tangan keterampilan dan mripat keajaiban
Maka seluruh karya ini adalah karyaMu sendiri
Dicerahkan oleh elektromagnetik ilham ke ubun-ubun kami
Engkau payungi dengan kasih sayangMu
Engkau utus ribuan bahkan jutaan pecinta
Berduyun-duyun mengunjungi dan membeli
Dengan dana yang Engkau taburkan
Dari bank-bank langitMu sendiri
Dengan bekal penghormatan dan apresiasi
Yang Engkau hembuskan dari bilik rahasiaMu yang suci
Sebab Engkaulah maha perajut cinta
Maha penyambung garis-garis estetika
Yang menggambar gelombang dan melukis frekwensi
Yang meskipun Engkau sembunyikan di dalam atau di luar bingkai
Namun aransemen cintaMu berdendang di kandungan setiap hati

Wahai Tuhan yang maha perupa
Engkaulah tamu utama pengunjung karya-karya kami
Para malaikat dan auliya bertebaran mengawalMu
Terimalah ucapan selamat datang kami semua
Ahlan wasahlan bihudlurikum jami’a
Mohon pantulkanlah cahaya keindahanMu
Menabur dan memenuhi ruangan dan setiap karya kami
Tutupilah aib dan kekurangan kami dengan kearifanMu
Tabirilah kekurangan dan kelemahan kami dengan siasatMu

Wahai Tuhan yang maha mendirikan dan menyangga
Tegaknya tiang kasih sayang dan bendera cinta
Kami semua tidak pernah sungguh-sungguh paham dunia
Dan dari hari ke hari semakin tidak mengerti apa-apa
Namun ada yang kami pastikan dan tekadi
Ialah takkan pergi dari wilayah indahnya cintaMu
Dunia kami persempit hanya dalam titik, garis dan warna
Karena kami tahu Engkau yang maha besar
Sesungguhnya lebih lembut dari yang paling lembut

Emha
Selengkapnya...

www.ihsan.co.nr TERSESAT DI SYURGA


Seorang pemuda, ahli amal ibadah datang ke seorang Sufi. Sang pemuda dengan bangganya mengatakan kalau dirinya sudah melakukan amal ibadah wajib, sunnah, baca Al-Qur’an, berkorban untuk orang lain dan kelak harapan satu satunya adalah masuk syurga dengan tumpukan amalnya.
Bahkan sang pemuda tadi malah punya catatan amal baiknya selama ini dalam buku hariannya, dari hari ke hari.
“Saya kira sudah cukup bagus apa yang saya lakukan Tuan…”
“Apa yang sudah anda lakukan?”
“Amal ibadah bekal bagi syurga saya nanti…”
“Kapan anda menciptakan amal ibadah, kok anda merasa punya?”
Pemuda itu diam…lalu berkata,

“Bukankah semua itu hasil jerih payah saya sesuai dengan perintah dan larangan Allah?”

“Siapa yang menggerakkan jerih payah dan usahamu itu?”
“Saya sendiri…hmmm….”
“Jadi kamu mau masuk syurga sendiri dengan amal-amalmu itu?”
“Jelas dong tuan…”
“Saya nggak jamin kamu bisa masuk ke syurga. Kalau toh masuk kamu malah akan tersesat disana…”
Pemuda itu terkejut bukan main atas ungkapan Sang Sufi. Pemuda itu antara marah dan diam, ingin sekali menampar muka sang sufi.
“Mana mungkin di syurga ada yang tersesat. Jangan-jangan tuan ini ikut aliran sesat…” kata pemuda itu menuding Sang Sufi.
“Kamu benar. Tapi sesat bagi syetan, petunjuk bagi saya….”
“Toloong diperjelas…”

“Begini saja, seluruh amalmu itu seandainya ditolak oleh Allah bagaimana?”
“Lho kenapa?”
“Siapa tahu anda tidak ikhlas dalam menjalankan amal anda?”
“Saya ikhlas kok, sungguh ikhlas. Bahkan setiap keikhlasan saya masih saya ingat semua…”
“Nah, mana mungkin ada orang yang ikhlas, kalau masih mengingat-ingat amal baiknya? Mana mungkin anda ikhlas kalau anda masih mengandalkan amal ibadah anda?
Mana mungkin anda ikhlas kalau anda sudah merasa puas dengan amal anda sekarang ini?”

Pemuda itu duduk lunglai seperti mengalami anti klimaks, pikirannya melayang membayang bagaimana soal tersesat di syurga, soal amal yang tidak diterima, soal ikhlas dan tidak ikhlas.
Dalam kondisi setengah frustrasi, Sang sufi menepuk pundaknya.
“Hai anak muda. Jangan kecewa, jangan putus asa. Kamu cukup istighfar saja. Kalau kamu berambisi masuk syurga itu baik pula. Tapi, kalau kamu tidak bertemu dengan Sang Tuan Pemilik dan Pencipta syurga bagaimana? Kan sama dengan orang masuk rumah orang, lalu anda tidak berjumpa dengan tuan rumah, apakah anda seperti orang linglung atau orang yang bahagia?”
“Saya harus bagaimana tuan…”

“Mulailah menuju Sang Pencipta syurga, maka seluruh nikmatnya akan diberikan kepadamu. Amalmu bukan tiket ke syurga. Tapi ikhlasmu dalam beramal merupakan wadah bagi ridlo dan rahmat-Nya, yang menarik dirimu masuk ke dalamnya…”
Pemuda itu semakin bengong antara tahu dan tidak.
“Begini saja, anak muda. Mana mungkin syurga tanpa Allah, mana mungkin neraka bersama Allah?”
Pemuda itu tetap saja bengong. Mulutnya melongo seperti kerbau.

Sufinews
Selengkapnya...

www.ihsan.co.nr DON’T JUDGE THE BOOK BY ITS COVER



Malam minggu tgl 23 Jan 2010, sekitar jam 12an saya belum juga bisa tertidur. Akhirnya saya kotak-katik channel TV. Pada sebuah channel TV Swasta nasional sedang ditayangkan sebuah acara audisi pencarian bakat “AMERICAN GOT TALENT”, yah mirip-mirip GONG SHOW-nya Indonesia lah. Pada saat nonton acara tersebut ada hal yang sangat mebuat saya terkesan.

Itu terjadi ketika giliran seseorang mencoba mengikuti audisi tersebut. Dia tampak gelisah mondar-mandir menunggu gilirannya tampil. Ia seorang laki-laki berpakaian khas orang yang tinggal di pedesaan Amerika, berbaju hangat biru bergaris putih, mengenakan topi baseball, dan membawa gitar. Wajahnya terkesan sangar khas orang pedesaan namun lugu ketika berbicara. Pada saat diwawancarai, ia mengaku bernama Kevin Skinner yang berasal dari daerah pedesaan Mayfield, Kentucky. Hingga tibalah gilirannya tampil di depan juri dan penonton.Juri dari acara ini adalah Sharon Osbourne, Piers Morgan, dan David Hasselhoff. Si Kevin memasuki panggung dengan memutar topi baseball nya ke belakang. Mulailah percakapan antara juri dan Kevin ( ya kira-kira begini dialognya hehehe…maaf soalnya pake basa inggris) :

David : Hi, How are you man? (Hai, apa kabar?)
Kevin : I’m fine, thanks. (Saya baik, terima kasih)
David : And, what’s your name, Sir? (Dan, siapa nama anda, pak?)
Kevin : My name is Kevin Skinner. (Nama saya Kevin Skinner)
David : All right Kevin, What are you gonna do for us today? (Baik Kevin, apa yang akan anda tampilkan untuk kami hari ini?)
Kevin : I’m gonna sing a song for y’all from Garth Brooks. (Saya akan menyanyikan lagu untuk kalian semua dari Garth Brooks)

Juri lain sedikit tertawa melihat penampilan Kevin.

David : Did you do this for a living or do you have another job? (Apakah pekerjaan anda menyanyi atau punya pekerjaan lain?)
Kevin : Yeah, I was a chicken catcher for a several years. (Ya, saya pernah bekerja sebagai penangkap ayam selama beberapa tahun.)

Jawaban Kevin ini disambut tawa para penonton dan Piers.

David : How many kitchen did you catch a day? (Berapa banyak ayam yang berhasil anda tangkap dalam sehari?)
Kevin : Ermm.. I’m not a math. I’m not real good at math. (Ermm.. saya tidak terlalu pandai dalam berhitung)

Penonton dan juri pun tertawa kembali.

Kevin : We catch 16 thousands in a night with a six guys (Kami menangkap 16 ribu ayam dalam semalam dengan enam teman)
Kevin : One person can catch eight at a time. (Satu orang dapat menangkap delapan dalam sekali tangkap)

Jawaban Kevin disambut tawa para penonton.

Piers : Okay, this is it. Let’s see the act. (Oke, sekarang saatnya. Mari kita lihat penampilannya)
Terdiam agak lama, dan akhirnya Kevin pun mulai memetik gitar dan menyanyikan lagu “If Tomorrow never Comes” dari Garth Brooks. Pada saat itulah semua penonton dan juri terdiam sehingga suasana menjadi hening…..(sampai saya sendiri merinding hihihi…) Kevin dengan suaranya yang begitu indah dapat menyanyikan lagu tersebut dari dalam hatinya, yang dengan seketika menghipnotis semua yang menyaksikan. Tak ada yang menyangka kalau “Si Penangkap Ayam” dapat menyanyikan lagu seindah itu.

Setelah Kevin selesai menyanyi, semua penonton berdiri memeberikan standing ovation. Bahkan sang juri David Hasselhoff pun ikut memberikan standi ovation. Tetapi Kevin tetap rendah hati dengan membungkuk dalam-dalam, dia juga terlihat terharu atas sambutan dari penonton. Para juri pun geleng-geleng kepala ketika memberikan komentarnya, mereka tidak menyangka bahwa Kevin dapat menyanyikan lagu seindah itu.

Bahkan salah satu juri, Sharon Osborne dengan jujur mengakui ia tadinya menyangka Kevin cuma akan membuat kekacauan di acara tersebut. Dan Piers pun mengakui bahwa Kevin lah yang dia cari, dan Piers mengatakan bahwa Kevin akan dapat menjadi pemenang pada ajang ini. Ternyata dugaan Piers tidak meleset, “Si Penangkap Ayam” Kevin Skinner adalah pemenang American Got Tallent 2009, dan dia berhak atas hadiah sebesar $ 1.000.000,-.

Tanyangan diatas benar-benar memberikan pelajaran yang sangat berharga buat kita… Ternyata jangan pernah menilai buku dari sampulnya…JANGANLAH MENILAI ORANG DARI LUARNYA… Jangan pernah meremehkan orang lain, karena kita tidak pernah tahu apa yang Tuhan sembunyikan dari kita.

Ini cuplikan videonya pas audisi ..



Selengkapnya...

Kamis, 21 Januari 2010

www.ihsan.co.nr Cara Keledai Membaca


Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Timur Lenk berkata, "Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya."

Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar. Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.

Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin. "Demikianlah," kata Nasrudin, "Keledaiku sudah bisa membaca." Timur Lenk mulai menginterogasi, "Bagaimana caramu mengajari dia membaca ?"

Nasrudin berkisah,"Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia terlatih betul untuk membalik-balik halaman buku dengan benar." "Tapi," tukas Timur Lenk tidak puas,"Bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya ?"

Nasrudin menjawab,"Memang demikianlah cara keledai membaca; hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, berarti kita setolol keledai, bukan ?"
Selengkapnya...

www.ihsan.co.nr MATI SYAHID dan PEMAHAMAN IMPORAN


Kesukaan meniru atau ‘mengimpor’ sesuatu dari luar negeri mungkin sudah menjadi bawaan setiap bangsa dari negeri berkembang; bukan khas bangsa kita saja. Pokoknya asal datang dari luar negeri. Seolah-olah semua yang dari luar negeri pasti hebat. Tapi barangkali karena terlalu lama dijajah, bangsa kita rasanya memang keterlaluan bila meniru dari bangsa luar.


Sering hanya asal meniru; taklid buta, tanpa mempertimbangkan lebih jauh, termasuk kepatutannya dengan diri sendiri. Ingat, saat orang kita meniru mode pakaian, misalnya. Tidak peduli tubuh kerempeng atau gendut, pendek atau jangkung; semuanya memakai rok span atau celana cutbrai, meniru bintang atau peragawati luar negeri.

Pada waktu pak Harto dan orde barunya ingin membangun ekonomi, sepertinya juga asal meniru negara maju; tanpa melihat jatidiri bangsa ini sendiri yang pancasilais (Padahal waktu itu ada yang namanya P4). Maka, meski tanpa ‘kapital’, selama lebih 30 tahun negeri kita seperti negeri kapitalis dan akibatnya, bangsa kita pun bahkan sampai sekarang sulit untuk tidak disebut bangsa yang materialistis.

Nah, ketika ada tren baru dari luar negeri yang berkaitan dengan keagamaan pun banyak diantara kita yang taklid buta. Kalau taklid soal mode, madzhabnya Amerika dan Eropa; soal tari dan nyanyi banyak yang berkiblat ke India; maka dalam tren keagamaan ini, agaknya banyak yang bertaklid kepada madzhab Timur Tengah, Iran, atau Afghanistan.

Seperti pentaklidan tren baru dari luar negeri yang selalu dimulai dari kota dan baru kemudian menjalar ke desa-desa, demikian pula tren yang berkaitan dengan keagamaan ini. Seperti takjubnya sementara orang kota terhadap tren mode dari luar negeri --atau takjubnya sementara orang desa terhadap tren mode dari kota-- dan langsung mengikutinya, orang-orang Islam kota atau mereka yang punya persinggungan dengan luar negeri, agaknya juga banyak yang demikian. Mereka melihat dan takjub melihat keberagamaan yang dari luar negeri yang sama sekali lain dengan yang selama ini dianut orang-orang tua mereka disini. Maka, seperti halnya orang-orang yang mengikuti mode baru dari luar negeri, mereka ini pun bangga dengan model keberagamaan baru mereka. Termasuk kecenderungan merendahkan orang yang tidak mengikuti ‘tren baru’ mereka itu.

Karena taklid buta, karena asal meniru tanpa mempertimbangkan lebih jauh, sering kali lucu dan sekaligus memprihatinkan. Ambil contoh misalnya soal jihad. Ada beberapa orang yang hanya melihat perjuangan bangsa Palestina dan Afghanistan, misalnya, yang berjihad --seperti kita dulu ketika melawan kolonialis Belanda-- dengan segala cara; termasuk mengorbankan nyawa sendiri. Lalu mereka ikutan melawan musuhnya Palestina dan Afghanistan di sini dengan cara yang sama. Mereka lupa bahwa jihad seperti yang dilakukan dan diajarkan Rasulullah SAW ada aturan dan etikanya.

Orang Palestina yang melakukan bom bunuh diri untuk melawan kolonialis Israel, bila terbunuh bisa disebut syahid. Dalam hadis riwayat imam Ahmad dari Sa’ied Ibn Zaid, disebutkan bahwa orang yang terbunuh membela haknya atau keluarganya atau agamanya, adalah syahid. Orang yang mati syahid , seperti disebutkan dalam beberapa hadis, berhak mendapatkan enam anugerah: 1. Diampuni dosanya sejak tetes darahnya yang pertama; 2. Bisa melihat tempatnya di sorga; 3. Dihiasi dengan perhiasan iman; 4. Dikawinkan dengan bidadari; 5. Dijauhkan dari siksa kubur; 6. Dan aman dari kengerian Yaumil Faza’il akbar .

Tapi orang yang melakukan bom bunuh diri di Indonsia yang tidak sedang berperang melawan siapa-siapa dan mayoritas penduduknya beragama Islam, jelas namanya bunuh diri biasa yang dilarang oleh Allah SWT, ditambah tindakan kriminalitas luar biasa: membuat kerusakan. Banyak sekali ayat Al-Quran yang menunjukkan dilarangnya berbuat kerusakan di muka bumi. Dalam perang melawan orang-orang kafir sekali pun, ada batasan-batasannya; misalnya tidak boleh membunuh perempuan dan anak-anak, merusak lingkungan, dsb.

Allah berfirman: “Walaa taqtuluu anfusakum..” (Q. 4. An-Nisaa: 29). “Dan janganlah kamu membunuh dirimu..” Menurut para mufassir, larangan membunuh diri ini termasuk juga membunuh orang lain; karena membunuh orang lain termasuk membunuh diri sendiri, sebab umat merupakan satu kesatuan. Larangan ini sangat jelas sekali. Orang yang membunuh dirinya sendiri dan sekaligus orang-orang lain yang tidak berdosa, jelas sangat jauh untuk dapat disebut syahid? Sungguh keterlaluan mereka yang mencekokkan doktrin yang jelas-jelas bertentangan dengan ajaran Al-Quran dan sunnah Rasulullah SAW. Apalagi hanya karena taklid buta terhadap tren dari luar negeri . Dan sungguh naïf mereka yang –mengaku umat Muhammad-- dengan mudah terpikat hanya oleh iming-iming bidadari, hingga mengabaikan akal sehat dan tega menghancurkan nilai agung kemanusiaan yang ditegakkan Rasulullah SAW.
Wallahu a’lam.

( Gus Mus )
Selengkapnya...

Minggu, 13 Desember 2009

www.ihsan.co.nr MULIA, KUAT, DAN KAYA


Dari Nabi saw : beliau bersabda: "Siapa yang senang menjadi manusia paling mulia, hendaknya bertaqwa kepada Allah. Dan siapa yang senang menjadi manusia paling kuat, hendaknya bertawakkal kepada Allah. Dan siapa yang senang menjadi manusia paling kaya hendaknya apa yang ada di tangan Allah lebih dipercaya ketimbang apa yang ada di tangannya. (Hr. Al-Hakim di Al-Mustadrak).


Artinya siapa yang ingin kemuliaan dunia dan akhirat hendaknya bertaqwa kepada Allah Azza wa-Jalla:

"Sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian adalah yang paling bertaqwa." (Al-Hujurat: 13)

Kemuliaan ada pada ketaqwaan seseorang, sedangkan kehinaan ada dalam maksiatnya. Siapa yang ingin kuat dalam agama Allah Azza wa Jalla hendaknya ia bertawakkal kepada Allah Azza wa Jalla, karena tawakal itu membenarkan hati, menguatkan, membersihkan, menunjukan dan menampakkan keajaiban Illahi. Karena itu jangan berserah diri pada uangmu, dinarmu, dan usahamu. Justru itu bisa melemahkan dirimu, karenanya tawakal-lah kepada Allah Azza wa Jalla, karena Allah Ta’ala menguatkanmu, menolongmu dan mengasihimu serta membukakanmu tanpa terduga disamping mengokohkan hatimu.

Jangan peduli dengan datangnya dunia atau perginya dunia dari sisimu. Jangan peduli pula dengan penerimaan (dukungan) atau penolakan makhluk padamu, maka pada saat itulah anda menjadi manusia terkuat.

Bila anda berpegang pada harta, jabatan, keluarga dan nusahamu, maka sama dengan anda menantang murka Allah azza wa Jalla, karena semua itu akan sirna. Disamping tipudaya dibalik semua itu, dimana Allah swt tidak senang ada yang lain selain Allah di hatimu.

Siapa yang ingin kaya dunia akhirat hendaknya betaqwa kepada Allah Azza wa Jalla, bukan takut pada yang lain. Hendaknya ia bersimpuh di pintuNya, malu bersimpung di pintu selain pintuNya. Seharusnya ia pejamkan mata hatinya untuk memandang selain Dia Azza wa Jalla, namun bukan mata kepalanya.

Bagaimana anda percaya dengan apa yang ada di tangan anda, sedangkan semua itu akan sirna? Sementara anda malah tidak percaya pada apa yang di Tangan allah Azza wa Jalla yang tak pernah sirna? Semua ini karena kebodohan anda pada Allah Ta’ala, lalu beralih ke yang lainNya. Percayamu pada Allah membuatmu cukup, dan percayamu pada selainNya membuatmu fakir.

Wahai orang yang yang meninggalkan ketaqwaan, anda telah diharamkan mendapatkan kemuliaan dunia akhirat.

Wahai orang yang tawakal kepada makhluk dan usaha, anda telah terhalang dari kekuatan dan kemuliaan bersama Allah Azza wa-Jalla dunia akhirat.

Wahai orang yang percaya pada milik kuasanya, anda telah terhalang meraih kaya raya dunia akhirat bersama Allah Azza wa Jalla.

Anak-anak sekalian, jika anda menjadi orang yang bertaqwa, bertawakal dan percaya teguh pada Allah Azza wa Jalla hendaknya anda sabar. Karena sabar itu dasar setiap kebajikan. Bila niatmu benar dalam sabar, maka sabarmu hanya demi wajah Ilahi Azza wa Jalla, maka anda akan dapat balasan berupa cintaNya dalam hatimu, DekatNya padamu dunia akhirat.

Sabar itu berarti berserasi dengan ketentuan dan takdirNya yang telah mendahului pengetahuanmu, dimana tak seorang pun dari makhlukNya bisa menghapus takdir itu.

Hal demikian akan tertanam dalam diri mukmin yang yaqin. Maka sabar atas takdirNya itu memberi kemerdekaan, bukan keterdesakan.

Sabar di awalnya merupakan keterhimpitan, namun langkah berikutnya adalah kebebasan. Bagaimana anda mengaku beriman tetapi anda tidak bersabar? Bagaimana anda mengaku ma’rifat tetapi anda tidak ridlo? Iman dan ma’rifat bukan sekadar pengakuan.

Tidak bisa disebut beriman dan ma’rifat sampai anda memandang gerbangNya, membiarkan celaan dan sabar atas lingkar takdir dan pijakan manfaat dan derita, yang menginjak hatimu, bukan pikiran dan inderawimu, sementara anda tetap di tempat, seperti terbius, jasad tanpa ruh.

Perkara ini diperlukan ketenangan, tanpa gerakan, tersembunyi tanpa harus menghilang dari massa, dimana qalbu, sirr, batin, dan makna anda tidak ada di tengah mereka. Sungguh sudah banyak apa yang saya bicarakan, dan sungguh betapa sedikit yang kalian amalkan. Sudah panjang lebar saya uraikan tetapi anda tak pernah faham. Sudah banyak yang kuberikan, tetapi tidak pernah kalian ambil. Sudah banyak nasehatku tetapi anda tidak mengambil pelajaran.

Betapa keras hatimu betapa bodohnya kamu pada Allah Azza wa Jalla. Jika anda tahu dan beriman pada Pertemuan dengan Allah Azza wa Jalla, dan jika anda ingat mati serta apa yang ada dibalik kematian, kenapa anda masih berlaku demikian? Bukankah anda telah menyaksikan kematian ayah dan ibumu dan keluargamu? Telah menyaksikan kematian raja-rajamu? Bukankah itu telah menjadi peringatan dan nasehat bagimu dan mengendalikan nafsumu, disbanding upayamu berburu dunia dan cinta atas tetapnya dunia? Kernapa hatimu tidak cemburu, lalu kalian keluarkan dunia dan makhluk dari hatimu?[pagebreak]
Padahal Allah Azza wa-Jalla telah berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak merubah apa yang ada pada kaum hingga mereka merubah apa yang ada dalam diri mereka."

Anda sedang bicara tetapi anda tidak melakukannya. Banyak yang sudah melakukan tetapi mereka tidak ikhlas.

Cerdaslah dirimu, jangan bikin su’ul adab pada Allah Azza wa Jalla. Kokohkan dirimu, wujudkan hakikatmu, kembalilah kepadaNya dan tafakurlah. Apa yang ada padamu di dunia ini tak ada manfaatnya di akhirat. Karena anda sendiri pelit pada diri sendiri, padahal jika anda dermawan pada jiwa sendiri, pasti anda sukses meraih manfaat akhirat. Sementara anda malah sibuk dengan sesuatu sirna, dan anda kehilangan yang kekal.

Karena itu jangan sampai anda disibukkan dengan harta, isteri-isteri dan anak-anak, karena dalam waktu dekat kalian terhalang dengan mereka.

Janganlah anda sibuk sekali dengan memburu dunia, sibuk mencari kehormatan dari makhluk, karena keduanya sama sekali tidak berarti di mata Allah Azza wa Jalla. Hatimu justru najis dengan kemusyrikan, penuh dengan keraguan kepada Allah Azza wa Jalla, penuh prasangka padaNya dalam perilaku jiwamu. Ketika Allah mengetahui dirimu, Allah marah padamu, dan anda dilempar jauh dari hati orang-orang yang saleh.

Sebagian Sufi – semoga Allah melimpahkan rahmatNya – ada yang tidak pernah keluar rumah, kecuali dengan mata terpejam, yang dituntun oleh anaknya. Ketika ditanya kenapa demikian? "Sampai aku tidak pertemu dengan orang yang kafir pada Allah Azza wa Jalla…".

Suatu hari ia keluar rumah dengan mata yang dicelak, lantas ia bias melihat, malah ia pingsan. Betapa dahsyatnya kecemburuannya Allah Azza wa Jalla, bagaimana seseorang bisa menyembah selain Allah Ta’ala dan musyrik? Bagaimana seseorang memakan nikmatNya sementara ia juga kufur padaNya? Anda sendiri juga tidak sadar bagaimana anda berpesta dengan orang kafir dan duduk bersama mereka, sedang dalam hatimu ada iman tapi tak merasakan cemburunya Allah Azza wa Jalla.

Kalian mesti taubat, mohon ampun, dan malu kepadaNya. Lepaslah pakaian yang tak tau malu di hadapanNya, jauhilah keharaman dunia, kesyubhatannya, lalu jauhilah hal-hal yang dibolehkan ketika anda meraihnya dengan penuh ambisi hawa nafsu dan syahwat. Karena sesuatu yang anda raih dengan penuh nafsu dan syahwat, akan memalingkan dirimu dari Allah Azza wa-Jalla.

Nabi saw, bersabda: "Dunia itu penjara bagi orang beriman" (Hr. Muslim)

Bagaimana orang bertasbih bahagia dalam penjaranya? Ia tidak gembira. Hanya romannya bahagia, hatinya duka. Secara lahiriyah bahagia, sementara hatinya serasa terpotong-potong, kesendiriannya, dan akna yang dihayatinya serasa berubah jadi maksiat dibalik bajunya, dimana luka-luka hatinya tertutup oleh potongan senyum bajunya. Barulah Allah Azza wa Jalla dan para Malaikatnya bangga. Masing-masing mereka diberi isyarat dengan jari-jari pasda mereka, para ksatria di negeri agama Allah Azza wa Jalla dan di negeri rahasiaNya, sepanjang mereka bersabar bersamaNya, dan menahan kegetiran takdirNya, sampai mereka dicintai Allah Azza wa Jalla. Sebagaimana firmanNya: "Dan Allah mencintai orang-orang yang bersabar." (Ali Imron: 146)

Bahwa Allah azza wa Jalla membericobaan padamu semata karena cintaNya kepadamu. Sepanjang engkau melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya, maka Allah semakin cinta kepadamu, dan sepanjang engkau sabar atas cobaanNya, semakin anda dekat denganNya.

Sebagian Sufi – semoga Allah merahmatinya – meriwayatkan, "Allah swt, tidak mau menyiksa kekasihNya, tetapi Allah memberi ujian dan memberikan kesabaran padanya."

Nabi saw, bersabda: "Seakan-akan dunia itu tidak ada, dan seakan-akan akhirat itu yang senantiasa ada." (Hr. Ali Al-Qaari, dan al-Ajluny).

Kemarilah, wahai pemburu dunia, wahai pecinta dunia, aku akan uraikan cacat-cacat dunia, dan kuberikan petunjuk Jalan Allah Azza wa Jalla, aku temukan dengan mereka yang yang hanya berhasrat menuju Wajah Allah Azza wa Jalla, karena saat ini kalian sedang stress. Dengarkan apa yang aku katakana padamu dan amalkan, serta ikhlaslah dalam mengamalkannya.

Bila kalian mengamalkan ilmuku dan kalian mati ketika mengamalkannya, maka Allah swt, akan meninggikan derajatmu sampai tingkat luhur (illiyyin), lantas kalian akan melihat disana, akar ucapanku dari sana, lantas kalian memanggilku dan menyalamiku dan kalian mewujudkan hakikat apa yang aku isyaratkan padaNya.

Kaumku…!Tinggalkan semua yang menimbulkan depresimu, tinggalkan rasa nyaman yang bathil, sibukkan dirimu dengan dzikrullah Azza wa Jalla. Bicaralah yang bermanfaat dan diamlah jika itu menyengsarakan jiwamu. Jika anda ingin bicara sesuai kehendakmu, maka fikirkan apa yang bakal kau katakana,. Lalu berniatlah yang tulus, baru biacara.

Di sinilah berlaku ungkapan, "Ucapan si bodoh di depan hatinya, sedangkan ucapan si alim yang berakal ada di belakang hatinya."

Diamlah dirimu. Bila Allah Azza wa-Jalla menghendakimu bicara, maka Dia akan membuka ucapanmu. Jika Allah menghendaki suatu hal, Allah juga menyiapkanmu bagiNya. KesertaanNya padamu membuatmu bisu total, jika sudah demikian ucapan akan datang sendiri dariNya manakala Dia menghendakinya. Bahkan bisa saja, kebisuan itu terus menerus sampai mati. Maka berlakulah sabda Nabi saw,: "Siapa yang kenal Allah, lisannya kelu." (Hr. Al-Khathib al-Baghdady).

Lisan lahiriyahnya kelu, sedangkan batinnya kelu dari segala hal selain Allah swt. Maka segalanya berserasi tanpa kontra, karena mata hatinya buta dari selain memandangNya. Batinnya terkoyak dan masalahnya terhanguskan, hartanya tercerai berai, lalu ia keluar dari eksistensinya, keluar dari dunia dan akhiratnya, bahkan nama dan tandanya pun tiada.

Allah swt. Berfirman:"Kemudian jika Allah berkehendak, maka Dia membakitkan kembali." (‘Abasa: 22)

Allah Azza wa Jalla mewujudkan setelah tiada, diciptakan kembali sebagai makhluk, yang dihanguskan oleh hasta fana’, lalu dikembalikan pada Hasta Baqa’ agar meraih Pertemuan, kemudian dikembalikan agar mengajak makhluk dari kefakiran menuju KemahacukupanNya. Kecukupan adalah cukup bersama Allah Azza wa Jalla dari aktivitas hatinya dengan mendekatkan diri padaNya Azza wa Jalla. Orang yang fakir dengan dirinya tak mampu meraih itu semua.

Siapa yang ingin cukup kaya, tinggalkan dunia dan akhirat serta seisinya, tinggalkan segala hal selain Allah Azza wa Jalla secara total. Maka secara bertahap semuanya akan keluar dari hatinya, sesuatu yang ada dan sangat hina ini. Sesuatu yang remeh di dunia ini (harta dan seluruh sisinya) hanyalah piranti bekal saja. Maka raihlah bekal itu dalam rangka berjalan menuju kepadaNya. Maka Allah akan memberimu nikmat-nikmat yang dihidangkan olehNya. Anda juga meraih petunjuk, pengetahuan, dan hidayah dari CahayaNya.

Ya Allah tunjukkan hatiku kepadaMu.
Ya Tuhan kami berikanlah kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa neraka.

Syeikh Abdul Qadir Al-Jilany -Pagi hari di
Madrasahnya, tanggal 19 Rajab 545 H.

Selengkapnya...

www.ihsan.co.nr RAWON ANTI SYETAN


Di Sidoarjo, dan Surabaya, bahkan sudah sampe ke Jakarta, ada Rawon Setan. Rawon horror ini diminati saking pedasnya. Tapi, ada Rawon Anti Syetan tandingannya. Begitu anda menghabiskan sepiring Rawon Anti Syetan ini, rasa pedasnya akan mengusir syetan.


Tentu, anda memulai makan rawon ini, harus membaca Basmalah.

“Karena dengan Nama Allah segala yang ada di langit dan di bumi tidak akan membahayakan”. Begitu anda melihat sajian rawon di hadapan anda, dijamin anda mengalami ekstase rasa yang memabukkan jiwa, saking nikmatnya.

Bayangkan, begitu anda membaca Basmalah, mata hati anda melihat yang ada dibalik sajian rawon itu, semuanya menyebut Nama Allah, bertasbih dan berchemistry dengan rasa jiwa anda yang hakiki.
Datanglah ke Kafe Sufi, anda akan menikmati menu-menu Rawon Anti Syetan ini: Silakan anda mencoba sendiri di dapur hati anda, dengan menu-menu sebagai berikut:

1. Siapkan sejumput garam Ta’awudz untuk memulai racikan Basmalahnya.
2. Ambillah beberapa butir merica/lada keberanian, dan ditambah jahe semangat jiwa yang menganggap syetan sebagai musuh.
3. Daun bawang harapan yang diiris dengan rasa takut kepada Allah swt.
4. Bawang merah tekad yang menyedapkan hati.
5. Lembar daun jeruk purut dan jeruk purut dari lahan istighfar
6. Gula jawa dari sari surat Al-Fiil dan Ayat Kursi
7. Buah kluwek yang merahasiakan warna ubudiyahmu.
8. Butir kemiri yang dihaluskan dengan kerelaan hati.
9. Sedikit ketumbar yang dihaluskan dengan kesabaran
10. Sejempol lengkuas yang dihaluskan dengan keikhlasan.

Syetan akan lari terbirit-birit jika mencium aromanya.

(Kafe Sufi)

Selengkapnya...

SELAMAT DATANG